Search

Block

Enter Block content here...


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Etiam pharetra, tellus sit amet congue vulputate, nisi erat iaculis nibh, vitae feugiat sapien ante eget mauris.

Blogroll


Categories

Page & Alexa Rank

Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net

Labels

Terjemahan

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

Admin

Random Ayat

Login Form

Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

Minggu, 21 Oktober 2012

   Peristiwa Isra Mi’raj dinilai sebagai tonggak sejarah peradaban baru
manusia. Kejadian itu tidak hanya menceritakan kebesaran Allah Swt. saat
memperjalankan nabi-Nya dari Mekah ke Yerusalem sekaligus mengangkatnya
ke atas langit dan kembali lagi ke tempatnya semula dalam satu malam,
tetapi juga bagaimana Nabi Muhammad saw. dan umat Islam diperintahkan
untuk menunaikan ibadah shalat lima waktu, yang menjadi makna Isra
Mi’raj yang paling utama.

Pengertian Isra dan Mi’raj

   Secara bahasa, israberarti berjalan pada malam hari. Dalam kajian
sejarah Islam, isra berarti perjalanan Nabi Muhammad saw. pada malam
hari dari Masjid Haram ke Masjid Al-Aqsa.

Sedangkan mi’raj secara bahasa berarti tangga untuk naik ke atas.
Dalam istilah Islam, mi’raj berarti perjalanan Nabi Muhammad saw. naik
dari bumi ke langit ketujuh dan dilanjutkan ke sidratulmuntaha hingga
menerima wahyu di hadirat Allah Swt.

Dalam perjalanan ini, Rasulullah saw. mendapat perintah mendirikan
shalat lima waktu sehari semalam. Karena peristiwa isra bersamaan
dengan mi’raj, maka kedua kata itu senantiasa digabungkan pemakaiannya
menjadi Isra Mi’raj.

Peristiwa yang sangat penting dan bersejarah itu terjadi pada 27 Rajab,
setahun sebelum Nabi Muhammad saw. hijrah ke Madinah. Peristiwa maha
dahsyat itu diterangkan Allah Swt. dalam surah Al-Isra (Bani Israil) ayat 1.

“Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam
dari Masjid Haram ke Masjid Al-Aqsa yang telah Kami berkahi
sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda
(kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha
Mengetahui.”

Peristiwa Isra Mi’raj

Ada beberapa peristiwa yang melingkupi Isra Mi’raj itu, selain hanya
sekadar perjalanan dari Mekah ke Yerusalem dilanjutkan ke langit dengan
kendaraan Buraq, tetapi tidak banyak orang yang mengetahuinya, yaitu:

  - Pembelahan dada Nabi Muhammad saw. yang kemudian disucikan dengan
    air zamzam oleh Malaikat Jibril di samping Ka’bah sebelum berangkat
    ke Yerussalem.
  - Nabi Muhammad saw. menjadi imam atas nabi-nabi terdahulu ketika
    shalat sunnah dua rakaat di Masjid Al-Aqsa.
  - Malaikat Jibril datang membawa dua gelas minuman yang berisi susu
    dan arak. Nabi Muhammad saw. memilih susu yang mengisyaratkan bahwa
    umat Islam tidak akan tersesat.
  - Di langit pertama, Nabi Muhammad saw. bertemu Nabi Adam as. Di
    langit kedua bertemu Nabi Isa as dan Nabi Yahya as. Di langit ketiga
    bertemu Nabi Yusuf as. Di langit keempat bertemu Nabi Idris as. Di
    langit kelima bertemu Nabi Harun as. Di langit keenam bertemu Nabi
    Musa as. Dan di langit ketujuh bertemu Nabi Ibrahim as.
  - Saat mendapatkan perintah shalat, Nabi Muhammad saw. selalu
    berdiskusi dengan Nabi Musa as di langit keenam tentang bilangan
    shalat dalam sehari.

Makna Isra Mi’raj

Beberapa pakar agama Islam di Indonesia menjelaskan makna Isra Mi’raj
sebagai berikut:

  - Isra Mi’raj adalah momentum bagi setiap Muslim untuk bermuhasabah
    dan meneguhkan komitmen dalam beragama, baik pada tataran individu
    maupun keumatan dan kemanusiaan secara umum.
  - Isra Mi’raj mengingatkan setiap Muslim bahwa Allah Mahakuasa untuk
    memberi jalan keluar bagi setiap persoalan yang kita hadapi.
  - Isra Mi’raj mengajarkan bahwa keunggulan Nabi Muhammad saw. dan
    umatnya dibanding nabi dan umat lainnya tidak untuk dibanggakan,
    tetapi harus bisa diwujudkan dalam bentuk pengayoman.
  - Isra Mi’raj menuntut setiap Muslim untuk meningkatkan kualitas dan
    meningkatkan kegiatan untuk membangun kemaslahatan umat.
  - Namun, hikmah yang paling utama para peristiwa Isra Mi’raj adalah
    perintah shalat lima waktu. Oleh karena itu umat Islam harus
    mengintrospeksi shalat yang telah dilakukannya. Shalat adalah simbol
    ketaatan dan loyalitas seorang hamba kepada Allah Swt. Shalat
    merupakan pengakuan diri seorang hamba atas keagungan dan kebesaran
    Allah Swt.

Hikmah Shalat

Ibadah shalat adalah paling utama, sehingga Nabi Muhammad pun menerima
perintah ini langsung di /sidratulmuntaha/ dan berhadapan langsung
dengan Allah Swt.

Shalat juga harus dilakukan lima waktu dalam sehari, sangat berbeda
misalnya dengan puasa yang hanya setahun sekali. Sedangkan hikmah di
balik perintah shalat, beberapa di antaranya adalah terletak pada
gerakan-gerakannya, yaitu:

  - Dengan mengangkat kedua tangan saat takbir, seorang hamba menghormat
    penuh khidmat kepada Allah Swt. dengan segala kepasrahan, menjunjung
    tinggi dengan mengucapkan /Allahu Akbar/, tidak ada yang lebih besar
    lagi di dunia ini kecuali Allah Swt.
  - Meletakkan kedua tangan di atas dada, merupakan tanda kepatuhan,
    kepasrahan total seorang hamba kepada Allah Swt.
  - Gerakan ruku adalah tanda kepasrahan dan kepatuhan seorang hamba
    kepada Sang Khalik.
  - Gerakan sujud adalah bukti ketaatan seorang hamba kepada Allah Swt.
    Sekaligus mengingatkan diri kita bahwa kita sesungguhnya berasal
    dari tanah dan akan kembali lagi ke tanah.

0 komentar:

Posting Komentar