VMenu
- 2013 (6)
-
2012
(48)
- Desember (1)
-
November
(12)
- KARAKTERISTIK MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF
- Kode-kode rahasia di Handphone
- Macam-macam lagu seni baca Al-Qur’an
- Bersyukur atas Nikmat Allah ( mensyukuri alam)
- TEORI PERDAGANGAN INTERNASIONAL
- DAMPAK KEBAKARAN HUTAN TERHADAP KEANEKA-RAGAMAN HA...
- BAHAYA DAMPAK KEBAKARAN
- Kiamat Menurut Al-Qur'an
- Cara Mendekatkan diri Kepada Allah
- Mengenal Para Wali Allah
- Kode Naruto Ultimate Ninja 3 Bahasa Indonesia Lengkap
- Kode Downhill Domination Lengkap
- Oktober (28)
- September (7)
Search
Block
Enter Block content here...
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Etiam pharetra, tellus sit amet congue vulputate, nisi erat iaculis nibh, vitae feugiat sapien ante eget mauris.
Blogroll
Archives
-
▼
2012
(48)
-
▼
November
(12)
- KARAKTERISTIK MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF
- Kode-kode rahasia di Handphone
- Macam-macam lagu seni baca Al-Qur’an
- Bersyukur atas Nikmat Allah ( mensyukuri alam)
- TEORI PERDAGANGAN INTERNASIONAL
- DAMPAK KEBAKARAN HUTAN TERHADAP KEANEKA-RAGAMAN HA...
- BAHAYA DAMPAK KEBAKARAN
- Kiamat Menurut Al-Qur'an
- Cara Mendekatkan diri Kepada Allah
- Mengenal Para Wali Allah
- Kode Naruto Ultimate Ninja 3 Bahasa Indonesia Lengkap
- Kode Downhill Domination Lengkap
-
▼
November
(12)
Categories
- elektronik (1)
- Game (11)
- Hacker (1)
- Kode PS2 (8)
- Pendidikan (23)
- religi (18)
- Trik blog (2)
Labels
- elektronik (1)
- Game (11)
- Hacker (1)
- Kode PS2 (8)
- Pendidikan (23)
- religi (18)
- Trik blog (2)
Terjemahan
Translate Widget by Google
Random Ayat
Login Form
Blogroll
1. Ibnu Majjah
2. Al-Habib
3. Blog Anank PS
4. Insan Madani
5. Lentera Blogger
6. Radio Rodja
7. Cheatssoul
8. Kangasepsule
9. HBIS
10.Deru dalam Debu
Diberdayakan oleh Blogger.
Mengenai Saya
Followers
Selasa, 06 November 2012
•Asap
Asap adalah kumpulan partikel zat carbon ukuran kurang dari 0,5 micron sebagai hasil dari pembakaran tak sempurna dan bahan yang mengandung karbon.
Efeknya iritasi/rangsangan pada mata, selaput lendir pada hidung dan kerongkongan.
•Panas
Panas adalah suatu bentuk energi yang pada 300oF dapat dikatakan sebagai temperatur tertinggi di mana manusia dapat bertahan /bernafas hanya dalam waktu yang singkat.
Efeknya tubuh kehilangan cairan dan tenaga, luka bakar/terbakar pada kulit dan pernafasan, mematikan jantung.
•Nyala/Flame
Nyala/Flame biasa timbul pada proses pembakaran sempurna dan membentuk cahaya berkilauan
•Gas Beracun
Gas beracun antara lain:
1.Karbon Monoksida ridak berasa, tidak berbau, tidak berasa NAB 50ppm
2.Sulfur Dioksida (SO2) sangat beracun, menyebabakna gejala lambat diri, kerusakan sistem pernafasan seperti bronchitis
3.Hidrogen Sulfida (H2S) >NAB 10ppm
4.Ammonia (MH3) >NAB 25ppm
5.Hydrogen Sianida (HCN) >NAB 10ppm
6.Acrolein (C3H4O) >NAB 0,1ppm
7.Gas hasil pembakaran zat sellulosa (kertas, kayu, kain) seperti karbon monoksida, formaldehida, asam formiat, asam karboksitat, metilalkohol, asam asetat, dll
8.Gas hasil pembakaran plastik seperti karbon monoksida, asam klorida dan sianida, nitrogen eksida, dll
9.Gas hasil pembakaran karet seperti karbon monoksida, sulfur dioksida, dan asap tebal
10.Gas hasil pembakaran scilena seperti hidrogen sianida, gas amonia.
11.Gas hasil pembakaran wool seperti karbon monoksida, hidrogen sulfida, sulfur dioksida, dan hidrogen sianida
12.Gas hasil pembakaran hasil minyak bumi seperti karbon monoksida, karbon dioksida, axcolin, dan asap tebal
PENYEBAB KEBAKARAN
PENYEBAB UMUM
Pada umumnya penyebab kebakaran dan peledakan bersumber pada 3 faktor
1.Faktor manusia
-Pekerja
human error, kurangnya disiplin, dsb
-Pengelola
minimnya pengawasan, rendahnya perhatian terhadap keselamatan kerja, dsb
2.Faktor teknis
-Fisik/mekanis (peningkatan suhu/panas atau adanya api terbuka)
-Kimia (penanganan, pengangkutan, penyimpanan tidak sesuai petunjuk yang ada)
-Listrik (hubungan arus pendek/korsleting)
3.Faktor alam dan bencana alam
Petir , Gunung meletus, Gempa bumi, dsb
TEORI CARA PEMADAMAN
TEORI CARA PEMADAMAN
Teori cara memadamkan api ada terbagi beberapa cara yaitu:
1.Pemadaman dengan cara pendinginan (cooling)
2.Pemadaman dengan cara mengurangi oksigen (smothering)
3.Pengambilan/pemindahan bahan bakar (starvation)
4.Pemutusan rantai reaksi api (break chain reaction)
5.Melemahkan (dillution)
Alat yang digunakan untuk memadamkan api antara lain:
1. Alat pemadam api ringan
2. Sprinkler System
3. Hydrant System
4. Mobil PMK
CARA PEMERIKSAAN ALAT PEMADAM API
PEMERIKSAAN ALAT PEMADAM API RINGAN / BERODA
Setiap APAR wajib diperiksa setidaknya setiap 6 (enam ) bulan.
Pemeriksaan berdasarkan NFPA 10:
1. Alat pemadam api berada di tempat yang ditentukan
2. Alat pemadam api tidak terhalang atau tersembunyi
3. Alat pemadam api disetel/ diatur sesuai dengan NFPA standard no. 10 (portable fire extinguisher)
4. Pressure Gauge/indikator tekanan menunjukkan tekanan yang cukup
5. Menimbang bobot APAR (terutama unit APAR CO2 untuk identifikasi ada tidaknya kebocoran)
6.Pin dan seal terdapat di tempatnya, tidak terdapat kerusakan
7. Alat pemadam api tidak menunjukkan adanya gejala kerusakan/gangguan
8. Nozzle bebas dari sumbatan
9. Terdapat petunjuk penggunaan dan label pada alat pemadam api
10.Roda dapat berputar untuk unit alat pemadam api beroda
Problem yang umum terjadi pada alat pemadam api ringan:
-Kerusakan/keausan pada bagian parts dari alat pemadam api
-Turunnya tekanan pada indikator meter tekanan/pressure gauge
-Berkurangnya bobot
-Kebocoran pada cylinder atau valve
-Kerusakan pada meter tekanan indikator akibat overpressure
-Korosi pada cylinder
-Perubahan bentuk cylinder
CARA PENEMPATAN APAR
•Suhu Penyimpanan 21-25OC
•Penempatan pada dinding atau ditempatkan didalam box/fire extinguisher cabinet khusus dengan jarak 4” s/d 48” atau 10 cm s/d 1,2 meter dari permukaan lantai dengan simbol informasi penempatan alat pemadam api
•Tidak terhalang dan mudah dilihat
•Jarak antar alat pemadam api berdasarkan klasifikasi kebakaran/api:
1.Kelas api A dengan jarak gerakan 75 feet atau kurang
2.Kelas api B dengan jarak gerakan 50 feet
3.Kelas api C mengikuti kelas bahaya A atau B
4.Kelas api D dengan jarak gerakan 75 feet
Atau disesuaikan dengan hazardous level sesuai NFPA 10
CARA PENGGUNAAN APAR
CARA PENGGUNAAN:
-Tarik, lepaskan pin penarik
-Arahkan nozzle ke dasar api
-Tekan tuas/valve untuk menyemprotkan media pemadam
-Sapu, gerakkan pemadam/fire extinguisher dengan gerakan menyapu ke dasar api hingga api padam
KONDISI PENYEMPROTAN YANG DISARANKAN:
-TIDAK MELAWAN ARAH ANGIN
-Udara tenang/diam atau dengan kecepatan aliran udara tidak melampaui 3 m/detik
-Suhu udara 10-25OC
KLASIFIKASI KEBAKARAN / API
TUJUAN KLASIFIKASI
Agar dapat lebih mudah , lebih cepat, tepat dalam pemilihan media pemadam yang dipergunakan untuk memadamkan kebakaran.
KLASIFIKASI KEBAKARAN / API
Indonesia menganut klasifikasi yang diterapkan dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Per.04/Men/1980 yang membagi menjadi 4 kelas:
Kelas A
Mencakup material bahan padat selain logam mudah terbakar /combustibles
Contoh: kertas , kain, kain, material seperti plastik, dsb
Kelas B
Mencakup zat cair dan gas
Contoh: bensin, oli, tar, cat, dsb
Kelas C
Mencakup peralatan/aparat bertegangan listrik
Contoh: kabel, trafo, sekring, panel listrik
Kelas D
Mencakup metal yang mudah terbakar
Contoh: magnesium, titanium, sodium, dsb
MEDIA PEMADAM API
Media pemadam api yang umum digunakan untuk alat pemadam api ringan adalah:
Air
Sifat air dalam memadamkan kebakaran secara fisik mengambil panas (coling) dan sangat tepat untuk memadamkan bahan padat kelas A karena dapat menembus sampai bagian dalam.
Air tidak dapat digunakan untuk:
•Kebakaran pada aparat listrik yang bertegangan –Kelas C
•Kebakaran minyak –Kelas B
•Kebakaran bahan yang reaktif terhadap air –Kelas B
•Kebakaran logam –Kelas D
Busa
Ada 2 (dua) macam busa:
•Busa mekanik
Terbuat dari campuran zat arang dengan udara
•Busa kimia
Terbagi menjadi sistem larutan dan sistem serbuk
TIDAK DISARANKAN PENGGUNAAN BUSA DALAM KEBAKARAN KELAS C /LISTRIK
Serbuk kimia kering (drychemical powder)
Terbagi menjadi 3 jenis:
•ABC –(Amonium Hydro Phospate)
•BC-(Sodium Bicarbonate, Purple K)
•D-(Super D atau Sodium Chloride), copper atau G-Plus (Graphite)
Sifat serbuk kering tidak berbahaya, tidak beracun, hanya mengganggu pernapasan dan pandangan mata secara sementara.
Cara kerja serbuk kimia kering adalah secara kimia dan fisik
Gas Karbon diosida (CO2)
Prinsip kerja gas CO2 dalam memadamkan api adalah reaksi dengan gas oksigen (O2) sehingga konsentrasi di dalam udara berkurang dari 21% menjadi sama atau lebih kecil dari 14% sehingga api akan padam. Hal ini disebut dengan pemadaman dengan cara menutup.
Media pemadam api CO2 di dalam tabung harus dalam keadaan fase/wujud cair bertekanan tinggi.
TIPE TABUNG PEMADAM API
Berdasarkan tipe konstruksi
1. Tipe tabung gas (Catridge Type)
Pemadam yang bahan pemadamnya didorong keluar oleh gas bertekanan yang dilepas oleh tabung gas.
2. Tipe tabung bertekanan tetap (Stored Pressure Type)
Pemadam yang bahan pemadamnya didorong keluar oleh gas kering tanpa bahan kimia aktif atau udara kering yang disimpan bersama media pemadamnya dalam keadaan bertekanan.
Label:Pendidikan
Langganan:
Posting Komentar
(Atom)




0 komentar:
Posting Komentar