Search
Block
Enter Block content here...
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Etiam pharetra, tellus sit amet congue vulputate, nisi erat iaculis nibh, vitae feugiat sapien ante eget mauris.
Blogroll
Archives
Categories
- elektronik (1)
- Game (11)
- Hacker (1)
- Kode PS2 (8)
- Pendidikan (23)
- religi (18)
- Trik blog (2)
Labels
- elektronik (1)
- Game (11)
- Hacker (1)
- Kode PS2 (8)
- Pendidikan (23)
- religi (18)
- Trik blog (2)
Terjemahan
Translate Widget by Google
Random Ayat
Login Form
Blogroll
1. Ibnu Majjah
2. Al-Habib
3. Blog Anank PS
4. Insan Madani
5. Lentera Blogger
6. Radio Rodja
7. Cheatssoul
8. Kangasepsule
9. HBIS
10.Deru dalam Debu
Diberdayakan oleh Blogger.
Mengenai Saya
Followers
Sabtu, 15 September 2012
Sifat Wajib dan Mustahil bagi Allah
- Sebagai seorang muslim yang baik, sudah seharusnya kita mengetahui sifat
wajib dan mustahil yang dimiliki oleh Allah Swt. Kita semua tahu bahwa Allah
Swt memiliki segala sifat kesempurnaan dan maha suci dari segala sifat
kekurangan. Kali ini kita akan membahas 20 Sifat Wajib dan Mustahil Bagi Allah.20 Sifat wajib dan mustahil bagi Allah ini memang di anggap cukup bagi seorang muslim pada meyakinkan bahwa Allah Swt memiliki segala sifat kesempurnaan dan maha suci dari segala sifat kekurangan, di samping juga sesuai dengan tercantum pada Al-Qur’an dan As-Sunnah serta Dalil Aqli, memahami akan sifat - sifat ini bagi yang wajib dan mustahil bagi Allah Swt adalah untuk melengkapi akan tauhidnya bagi seseorang hamba dalam beribadah kepada Allah Swt serta untuk mengenalNya.
Oke langsung aja ya, berikut ini Sifat Wajib dan Mustahil bagi Allah yang harus kita ketahui.
Sifat
Wajib Allah
- Wujud : artinya ada, ketetapan dan kebenaran yang wajib bagi dzat Allah Swt yang tiada di sebabkan dengan sesuatu sebab adalah “ada”.
- Qidam : artinya sedia, hakikatnya adalah menafikan bermulanya wujud Allah Swt.
- Baqa’ : artinya kekal, Allah Swt kekal ada dan tidak ada akhirnya
- Mukhalafatuhu Ta’ala Lilhawadith : artinya Bersalahan Allah Swt dengan segala yang baharu, pada dzat , sifat atau perbuatannya sama ada yang baru, yang telah ada atau yang belum ada. Pada hakikat nya adalah menafikan Allah Ta’ala menyerupai dengan yang baharu pada dzatnya, sifatnya atau perbuatannya.
- Qiyamuhu Ta’ala Binafsihi : artinya berdiri Allah Swt dengan sendirinya, tidak berkehendak kepada tempat yang berdiri (pada dzat) dan tidak berkehendak kepada yang menjadikannya, karena ia tidak di jadikan tetapi telah jadi dengan sendirinya, dan tidak berkehendak kepada yang di jadikanNya.
- Wahdaniyyah : artinya satunya Allah Swt pada dzat, pada sifat dan pada perbuatanNya, tetapi bukanlah pengertiannya seperti bersatunya dzat tulang, daging, kulit dan lain sebagainya, Allah Swt bebas dari pengertian seperti itu.
- Qudrat : artinya kuasanya Allah Swt, satu sifat yang qadim lagi azali yang tetap berdiri pada zat Allah Swt, yang mengadakan tiap - tiap yang ada dan meniadakan tiap - tiap yang tiada.
- Iradah : artinya kehendaknya Allah Swt, maknanya penentuan segala tentang ada atau tiadanya, maka Allah Swt yang selayaknya menghendaki tiap - tiap sesuatu apa yang di perbuatnya, artinya kita manusia telah di tentukan dengan kehendak Allah Swt, seperti : tentang rezeki, umur, baik, jahat, kaya, miskin dan lain sebagainya
- Ilmu : artinya mengetahuinya Allah Swt, maknanya nyata dan terang akan meliputi dan maha mengetahui akan segala tiap – tiap, tiada yang tersembunyi dan rahasia bagiNya di alam jagat ini.
- Hayat : artinya hidupnya Allah Swt, ini sifat yang tetap dan qadim lagi azali pada dzat Allah Swt, ia tidak akan pernah mati, karena mati itu adalah ciptaanNya juga.
- Sama’ : artinya mendengarnya Allah Swt, ini sifat yang tetap ada yang qadim lagi azali berdiri pada dzat Allah Swt, tiada sesuatu apapun yang luput dari pendengarannya Allah Swt.
- Bashar : artinya melihatnya Allah Swt, hakikatnya ialah satu sifat yang tetap ada yang qadim lagi azali berdiri pada dzat Allah Swt, Allah Swt wajib bersifat maha melihat pada yang dapat di lihat oleh manusia atau tidak, jauh atau dekat, terang atau gelap, zahir atau tersembunyi dan sebagainya.
- Kalam : artinya : berkata - katanya Allah Swt, ini sifat yang tetap ada, yang qadim lagi azali, yang berdiri pada dzat Allah Swt, sebagai contoh adalah Al- Qur’an, ini merupakan perkataannya (kalam) Allah Swt yang abadi sepanjang masa.]
- Kaunuhu Qadiran : artinya keadaannya Allah Swt, ia yang berkuasa mengadakan dan mentiadakan sesuatu.
- Kaunuhu Muridan : artinya keadaannya Allah Swt yang menghendaki dan menentukan tiap - tiap sesuatu.
- Kaunuhu ‘Aliman : artinya keadaannya Allah Swt yang mengetahui akan tiap - tiap segala sesuatu.
- Kaunuhu Hayyun : artinya keadaannya Allah Swt yang maha hidup, melebihi dari segala sesuatu apapun juga.
- Kaunuhu Sami’an : artinya keadaannya Allah Swt yang mendengar akan tiap - tiap segala sesuatu yang maujud.
- Kaunuhu Bashiran : artinya keadaannya Allah Swt yang melihatakan tiap - tiap segala sesuatu yang maujudat (berupa sesuatu yang ada ).
- Kaunuhu Mutakalliman : artinya keadaannya Allah Swt yang berkata – kata, yaitu sifat yang berdiri dengan dzat Allah Swt.
Sifat
Mustahil bagi Allah
Wajib pula bagi tiap muslimin dan
muslimat mengetahui akan sifat - sifat yang mustahil bagi Allah Swt, yang
menjadi lawan daripada sifat 20 (dua puluh) yang merupakan sifat wajib bagiNya,
berikut sifat - sifat yang mustahil bagiNya :
- ‘Adam, artinya tiada (bisa mati)
- Huduth, artinya baharu (bisa di perbaharui)
- Fana’, artinya binasa (tidak kekal/mati)
- Mumathalatuhu Lilhawadith, artinya menyerupai akan makhlukNya
- Qiyamuhu Bighayrih, artinya berdiri dengan yang lain (ada kerjasama)
- Ta’addud, artinya berbilang – bilang (lebih dari satu)
- ‘Ajz, artinya lemah (tidak kuat)
- Karahah, artinya terpaksa (bisa di paksa)
- Jahl, artinya jahil (bodoh)
- Maut, artinya mati (bisa mati)
- Syamam, artinya tuli
- ‘Umy, artinya buta
- Bukm, artinya bisu
- Kaunuhu ‘Ajizan, artinya lemah (dalam keadaannya)
- Kaunuhu Karihan, artinya terpaksa (dalam keadaannya)
- Kaunuhu Jahilan, artinya jahil (dalam keadaannya)
- Kaunuhu Mayyitan, artinya mati (dalam keadaannya)
- Kaunuhu Asam, artinya tuli (dalam keadaannya)
- Kaunuhu A’ma, artinya buta (dalam keadaannya)
- Kaunuhu Abkam, artinya bisu (dalam keadaannya)
Sifat
Ja’iz Bagi Allah Swt
Sifat ini artinya boleh bagi Allah
Swt mengadakan sesuatu atau tidak mengadakan sesuatu atau di sebut juga sebagai
“mumkin”. Mumkin ialah sesuatu yang boleh ada dan tiada.
Ja’iz artinya boleh-boleh saja, dengan makna Allah Swt menciptakan segala sesuatu, yakni dengan tidak ada paksaan dari sesuatupun juga, sebab Allah Swt bersifat Qudrat (kuasa) dan Iradath (kehendak), juga boleh - boleh saja bagi Allah Swt meniadakan akan segala sesuatu apapun yang ia mau.
Nah gimana teman-teman, sekarang sudah tahu kan Sifat Wajib, Mustahil dan Ja'iz Allah. Ayo kita sama pelajari dan berusaha mengamalkannya. Semoga kita menjadi seorang muslim yang dicintai oleh Allah. Aamiin…
Ja’iz artinya boleh-boleh saja, dengan makna Allah Swt menciptakan segala sesuatu, yakni dengan tidak ada paksaan dari sesuatupun juga, sebab Allah Swt bersifat Qudrat (kuasa) dan Iradath (kehendak), juga boleh - boleh saja bagi Allah Swt meniadakan akan segala sesuatu apapun yang ia mau.
Nah gimana teman-teman, sekarang sudah tahu kan Sifat Wajib, Mustahil dan Ja'iz Allah. Ayo kita sama pelajari dan berusaha mengamalkannya. Semoga kita menjadi seorang muslim yang dicintai oleh Allah. Aamiin…
Label:Pendidikan,religi
Langganan:
Posting Komentar
(Atom)




0 komentar:
Posting Komentar